Travis Japan dan 90 Detik Audisi AGT yang Menegangkan

Jakarta, options-direct.co.uk

Travis Japan muncul di atas panggung mengenakan jaket ungu berlimang gliter dipadankan dengan celana strip hitam-putih. Mereka mengenakan kostum khas yang sering mereka gunakan selama tampil di Jepang.

Mereka mengenakan kembali kostum itu ketika mengikuti audisi America’s Got Talent (AGT) di hadapan ketiga juri: Simon Cowell, Sofia Vergara, dan Heidi Klum. Tujuh orang idol group itu tampak semringah ketika disapa oleh Cowell.

Di atas panggung itu, Travis Japan mengungkapkan impian besar mereka untuk menjadi boyband terbesar di dunia. Travis Japan rela meninggalkan kampung halaman dan segala kenyamanan karier mereka demi meraih impian itu.

“Kami meninggalkan segalanya, namun tidak dengan para penggemar kami. Kami tidak akan meninggalkan mereka karena mereka ada di sini (dalam hati). Itulah mengapa saya mengatakan hal tersebut,” kata Noel Kawashima ketika berbincang bersama CNNIndonesia.com usai Travis Japan menyaksikan siaran langsung America’s Got Talent, pada Selasa (12/7) malam waktu AS.

Noel, Kaito Miyachika, Ryuya Shimekake, Shizuya Yoshizawa, Kaito Nakamura, Kaito Matsukura, dan Genta Matsuda kemudian bersiap untuk tampil. Rasa gugup tergambar di raut wajah mereka.

Travis Japan memulai penampilan dengan membawakan sepenggal akapela My Dreamy Hollywood yang merupakan versi bahasa Inggris dari lagu orisinal perdana mereka, Yume no Hollywood. Ide menambahkan akapela itu merupakan buah pikiran Noel.

[Gambas:Video CNN]

My dreamy Hollywood
We’re dancing all night
My dreamy Hollywood, oh yeah…

Ada alasan khusus Travis Japan membawakan lagu My Dreamy Hollywood. Lagu itu bercerita tentang gemerlapnya Hollywood – untuk bisa berdiri di atas panggung impian, menari semalaman, dan melupakan hal yang buruk. Kini, lirik lagu itu tidak lagi hanya sekadar lirik.

Baca Juga :  Sutradara Ungkap Perbedaan My Sassy Girl Versi Indonesia dengan Korea

“Sekarang kami benar-benar bisa tampil di Hollywood sesuai dengan judul lagu Yume no Hollywood (Impian Hollywood),” ungkap Kaito Miyachika alias Chaka, leader Travis Japan.

“Kami ingin menyampaikan perasaan ini ketika memutuskan dari hati bahwa kami ingin bisa tampil di Amerika, lalu menyampaikannya lewat lagu tersebut,” lanjut Chaka.

Selain itu, ada yang berbeda dari koreografi My Dreamy Hollywood pada saat itu. Mereka menyelipkan sedikit koreografi dari lagu mereka yang lain, berjudul Lock Lock, dan melakukan penyesuaian koreografi lainnya. Chaka dipercaya untuk mengurus koreografi tambahan Travis Japan untuk audisi tersebut. 




Lanjut ke sebelah…


90 Detik yang Menentukan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA