Sutradara dan Aktor Richard Oh Meninggal Dunia

Jakarta, options-direct.co.uk

Sutradara, aktor dan penulis Richard Oh meninggal pada Kamis (7/4). Sutradara Gina S Noer dan Joko Anwar membenarkan kabar kepergian sang sutradara berburu.

“Telah meninggal sahabat kuat kita Richard Oh di Eka Hospital BSD, Kamis 7 April pukul 19.30 WIB,” tulis berita kematian Richard Oh diterima CNNIndonesia.com dari Joko Anwar, Kamis (7/4).

“Jenazah akan dimakamkan malam ini di Rumah Duka Bintaro. Besok jenazah akan diterbangkan ke Banjarmasin untuk dimakamkan di sana,” lanjut pernyataan tersebut.

“Istirahatlah dengan tenang, Richard Oh. Terima kasih atas kontribusinya untuk dunia sastra dan film Indonesia,” tulis Gina S Noer dalam tweet, Kamis (7/4).

CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Gina S Noer untuk mengutip tweet tersebut.

Richard Oh adalah seorang sineas yang dikenal luas di industri perfilman Indonesia. Dia pertama kali memulai karirnya dalam menulis setelah belajar di Universitas Wisconsin, Madison, dan UC Berkeley.

Dia mulai menulis novel setelah momen Mei 1998. Setelah itu, ia mulai merambah dunia penerbitan dan tercatat sebagai pelopor penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.

Richard Oh yang lahir pada tanggal 30 Oktober 1959 ini mulai berkecimpung di dunia film dengan menjadi penulis skenario dan sutradara film Koper pada tahun 2006. Ia juga mulai menjadi aktor dengan membintangi film Cinta Setaman pada tahun 2008.

Salah satu karya ikoniknya adalah Melancholy is a Movement pada 2015. Film yang digarap dan ditulisnya itu menampilkan Joko Anwar, Ario Bayu, Aming, Fachri Albar, dan Renata Kusmanto.

Ia pernah terlibat dalam sejumlah film populer sebagai aktor, seperti dalam My Stupid Boss 2 tahun 2016, Yowis Ben tahun 2018, 27 Steps of May 2018, Yowis Ben 2 tahun 2019 dan Yowis Ben 3 tahun 2021.

Baca Juga :  Penjualan Tiket Allo Bank Festival 2022 Ditunda Jadi 17 Mei

Richard Oh pernah menggarap film Perburuan tahun 2019. Film yang dibintangi Adipati Dolken dan Ayushita ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer.

Tercatat ia menggarap film Menunggu Ibu yang rilis pada 2021 dan terlibat dalam proyek Buya Hamka yang masih dalam proses produksi.

(akhir)

[Gambas:Video CNN]