Kesetaraan Dimulai Saat Terbuka dengan Perbedaan

Jakarta, options-direct.co.uk

BTS mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Selasa (31/5) kemarin. Dalam pertemuan itu, BTS tidak menyanyikan satu lagu pun namun membawa pesan melawan rasisme anti-Asia.

Ketujuh member BTS mengenakan setelan hitam dengan dasi gelap saat mengunjungi Gedung Putih. Park Ji-min, akrab disapa Jimin, mengungkapkan bahwa BTS “hancur akibat gelombang kebencian rasial” di AS.

“Tidak salah menjadi berbeda. Saya pikir kesetaraan dimulai ketika kita terbuka dengan perbedaan dan merangkul semua perbedaan kita,” ujar member lain BTS, Suga.

Dalam kunjungan itu, BTS tidak menerima pertanyaan dari wartawan sama sekali sebelum bertemu dengan Biden. Ketika hadir secara singkat di depan media dan disiarkan melalui saluran Youtube Gedung Putih, ada lebih dari 300 ribu orang sedang menonton. Sementara, penggemar BTS Army berkumpul di sisi lain Gedung Putih untuk melihat idolanya sekilas.

“Mereka duta muda yang menyebarkan pesan harapan dan kepositifan ke seluruh dunia,” puji Gedung Putih pada BTS.

BTS datang ke Gedung Putih setelah mendapat undangan dari Biden yang ingin membahas pentingnya solidaritas, inklusi, dan representasi Asia.

“Dan menangani kejahatan, kebencian, dan diskriminasi anti-Asia, yang telah menjadi masalah yang lebih menonjol dalam beberapa tahun terakhir,” kata Gedung Putih.

Selama ini diketahui kekerasan dan sentimen anti-Asia di AS semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda. Eks Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, sering menyalahkan pandemi dengan sebutan “virus China” dan mengejek Covid-19 sebagai “kung flu”.

Pusat Studi Kebencian dan Ekstemisme, pada tahun 2021, kejahatan rasial terhadap orang Asia melonjak 339 persen. Tren paling menonjol adalah kekerasan dengan kejadian terburuk di Atlanta saat seorang pria menembak mati delapan orang di spa pijat, enam di antaranya perempuan Asia.

Baca Juga :  INFOGRAFIS: Intip Kabinet Piala Film Iran

Sementara, Joe Biden, yang berusia 79 tahun adalah presiden tertua AS, sering menghubungi selebriti muda dan influencer media sosial untuk ikut membawa pesan tentang masalah sosial dan kesehatan.

Sebelumnya, penyanyi pop Olivia Rodrigo dan Jonas Brothers turut bergabung dalam kampanye membujuk anak muda Amerika agar mendapatkan vaksin Covid-19 mereka.

(cfd/chs)

[Gambas:Video CNN]