Sejarah Bahasa Indonesia yang Jadi Pemersatu Bangsa

Jakarta, options-direct.co.uk

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara Indonesia yang telah digunakan sejak sebelum era kemerdekaan.

Sejarah bahasa Indonesia ini awal mulanya berasal dari bahasa Melayu dan dipakai di kawasan Asia Tenggara pada abad ke-7.

Selain menjadi bahasa komunikasi resmi, bahasa Indonesia juga masuk ke dalam mata pelajaran dan wajib diajarkan di setiap sekolah, media elektronik, sampai digital.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai sejarah panjang terbentuknya Bahasa Indonesia.

Sejarah Bahasa Indonesia dari Bahasa Melayu




Ilustrasi. Sejarah bahasa Indonesia hingga resmi digunakan sebagai bahasa komunikasi resmi dan pemersatu bangsa. (Ramdlon/Pixabay)

Sebelum resmi dijadikan bahasa pemersatu bangsa, bahasa Indonesia pertama kali ada berasal dari bahasa Melayu.

Hal tersebut dibuktikan melalui peninggalan zaman dulu berupa prasasti yang ditemukan di Kedukan Bukit, Palembang, pada 683 Masehi dan beberapa daerah lainnya termasuk Jambi.

Dalam prasasti tersebut tertulis huruf Pranagari atau bahasa Melayu kuno. Selain itu, bahasanya juga digunakan di era Kerajaan Sriwijaya sebagai bahasa kebudayaan.

Tak sampai di situ, perkembangan Bahasa Melayu merambah ke sejarah kerajaan Islam dengan dibuktikannya lewat batu nisan di Minye Tujuh, Aceh pada 1380 Masehi.

Kemudian ada juga Bahasa Melayu yang digunakan dalam karya susastra abad ke-16-17 seperti pada syair, hikayat, hingga sejarah lainnya.

Penyebaran Bahasa Melayu

Sejarah bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Melayu terus meluas pesat dan semakin kuat keberadaannya seiring perkembangan zaman.

Bahasa Melayu diklaim sebagai lingua franca atau basantara, yaitu bahasa penghubung yang menyatukan antarpulau, suku, golongan, kerajaan, sampai pedagang.

Popularitas Bahasa Melayu terus meluas ke wilayah Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Terutama di abad ke-17 saat Indonesia dikuasai kolonial Belanda.

Bahasa Melayu yang dipakai di Nusantara memiliki campuran dari budaya daerah serta menyerap kosakata berbagai bahasa lain. Di antaranya bahasa Sanskerta, Persia, Arab, sampai bahasa Eropa sehingga muncul sejumlah variasi atau dialek.

Bahasa Indonesia Disahkan saat Sumpah Pemuda

Sistem Bahasa Melayu yang sederhana, digunakan oleh banyak masyarakat antarwilayah, dan mudah dipahami ini, membuat rakyat pribumi mudah menerima bahasa Indonesia.

Tapi, proses penetapan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia supaya diakui tidaklah mudah. Tokoh penggagas yang mengusulkan bahasa Indonesia adalah Moh. Yamin.

Ia mengusulkan bahwa pembentukan suatu bangsa penting memiliki bahasa persatuan. Pemikirannya itu ia sampaikan dalam Kongres Pemuda I pada 30 April-2 Mei 1926 di Batavia.

Saat itu, Yamin mengusulkan bahasa persatuan Indonesia adalah Bahasa Melayu. Dilanjut pada Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928, bahasa persatuan diperbarui.

Ketika kongres kedua berlangsung, Yamin mengatakan bahwa bahasa Melayu dinyatakan telah menjelma menjadi bahasa Indonesia. Sebagai sekretaris kongres pemuda, Yamin ikut andil dalam merumuskan putusan atau yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Kemudian di dalam isi teks Sumpah Pemuda pun ditegaskan bahwa bahasa persatuan Indonesia adalah bahasa Indonesia.

Salah satu bunyi teks Sumpah Pemuda sebagai berikut, “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Itulah sejarah Bahasa Indonesia dari Bahasa Melayu yang resmi dijadikan bahasa persatuan bangsa dan digunakan sampai sekarang.

(avd/fef)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Besok Pembelian Tiket NCT Dream-Red Velvet Allo Bank Fest Dibuka