Sandiaga Dorong Sineas Muda Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja

Jakarta, options-direct.co.uk

Menghadapi tantangan menuju ekonomi baru pasca pandemi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para kreator muda agar semakin baik dalam membuat karya film pendek.

Hal itu terutama setelah Menparekraf melihat antusiasme para sineas muda terhadap Family Sunday Movie (FSM) sejak Februari lalu. Para film maker, khususnya sineas muda daerah, didorong untuk naik kelas dengan membuat forum Mukidi (Bertemu Kita Diskusi).

Mukidi adalah sebuah paguyuban virtual atau tempat berkumpulnya para sineas muda yang mengikuti FSM agar bisa berbagi ilmu dan belajar bersama.

Melalui forum Mukidi, para sineas muda diharapkan mampu menggali potensi unik setiap daerah dan mengangkatnya dalam sebuah karya film pendek yang berkualitas serta berdaya saing.

“Melalui sinema yang berkualitas dan memenuhi kaidah film pendek, ayo, gali akar nusantara dengan berkarya #DiIndonesiaAja,” harap Sandiaga.

Semangat para sineas muda daerah dalam menghasilkan karya film pendek tentu akan membantu percepatan kebangkitan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja.

Salut kepada sineas muda yang selalu semangat berkarya, menciptakan lapangan kerja melalui produksi film, dan menjadi bagian dari proses pemulihan ekonomi nasional yang terus kami upayakan,” ungkap Sandiaga.

Harapan agar para sineas muda mampu membuat film pendek yang berkualitas juga diutarakan oleh Mohamad Ariansah, salah satu tim kurator FSM. Mas Ale (demikian beliau disapa), menjadi narasumber pertama acara forum Mukidi yang diadakan pada 13 Mei lalu.

Mas Ale, mengajak para sineas muda berdiskusi tentang bagaimana cara membuat film pendek yang baik, mulai dari bagaimana cara mengembangkan ide atau gagasan menjadi adegan demi adegan dan bagaimana menampilkan bahasa film agar bisa mengikat emosional penonton, dikupas secara asik bersama kurator FSM ini.

Baca Juga :  Epik High Konser Solo di Jakarta 16 Juli 2022

“Kita bikin film itu ada yang ingin kita share, yaitu sebuah gagasan penting. Bahasa teknisnya itu premis, plot line, ide pokok, yang mana dari gagasan itu nantinya dikembangkan ke dalam cerita yang dibuat adegan per adegannya,” jelas Mas Ale.

Lewat paguyuban virtual Mukidi, FSM menjadi salah satu program andalan Kemenparekraf yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu bagi para sineas muda untuk berproses, memperluas jaringan, dan mendistribusikan karyanya.

Sandiaga juga mengucapkan terima kasih kepada para sineas muda yang sudah meluangkan waktu dan berpartisipasi dalam acara Mukidi.

“Terima kasih buat yang sudah hadir di forum Mukidi, semoga sharing sessionnya bermanfaat dan buat yang belum sempat hadir jangan khawatir karena Mukidi akan digelar setiap minggu ke-2 dan ke-4,” ucap Sandiaga.

Saat ini film-film yang sudah terdaftar dan lulus seleksi administrasi sedang memasuki tahap kurasi. Sandiaga juga berpesan kepada para peserta agar memantau agenda FSM selanjutnya melalui akun media sosial FSM dan website familysundaymovie.com.

“Pantau terus akun media sosial dan website FSM untuk mengetahui siapa saja yang meraih gelar film terpilih periode Mei. Terus belajar dan jangan takut “kalah”, karena MAHAKARYA akan selalu menemukan jalannya,” pesan Sandiaga.

(aor)

[Gambas:Video CNN]