Rumah Betty White Berhasil Terjual Seharga Rp154 Miliar

Jakarta, options-direct.co.uk

Rumah milik aktris legendaris Betty White dilaporkan telah berhasil terjual seharga US$10,68 juta atau sekitar Rp154 miliar (US$1= Rp14,442).

Melansir dari laporan New York Post pada Kamis (2/6), rumah ini laku dengan cepat sejak masuk dalam daftar jual pada April lalu. Rumah Betty White dibuka dengan harga US$10,57 juta atau Rp153 miiar.

Identitas pembeli rumah milik mendiang Betty White ini belum diketahui hingga saat ini.

Rumah tersebut dibangun pada 195 yang terdiri dari lima kamar tidur dan enam kamar mandi utama, melansir dari situs penjualan rumah Sotheby’s Realty. Kemudian, Betty White dengan suami ketiganya, Allen Ludden, membeli rumah tersebut pada 1968.

Ini merupakan penjualan pertama rumah tersebut setelah 54 tahun, tepatnya setelah dibeli oleh Betty White dan suaminya.

Namun, menurut laporan ET, bangunan rumah itu akan dirobohkan terlebih dahulu karena tidak ada tur interior untuk pembeli saat rumah tersebut sedang dalam masa jual.

Properti tersebut diperjualbelikan dengan harga tanah dan pembelinya diberikan kesempatan untuk membangun rumah impian di nuansa pedesaan.

Luas rumah tersebut diperkirakan mencapai 281,4 meter persegi dengan total eksterior mencapai 0,7 hektar.

Pada deskripsi lewat situs resminya, rumah ini digambarkan sebagai rumah asri dengan pemandangan langsung menuju Getty Museum dan pegunungan di sekitarnya.

“Tatanannya sangat damai dengan kebun yang penuh dengan bunga dan pepohonan yang sudah sangat tua,” lanjut keterangan resminya.

Betty White telah meninggal dunia pada 31 Desember 2021 tepat sebelum perayaan tahun baru 2022. White berpulang di usia 99 tahun, seminggu sebelum umurnya genap 100 tahun.

Menurut dokumen kematian yang didapat oleh ET dan dilaporkan pada 10 Januari lalu, penyebab kematian bintang Golden Girls itu disebabkan karena stroke akibat serebrovaskular.

Baca Juga :  Lisa BLACKPINK Tampil Berbeda Tanpa Poni

Serebrovaskular merupakan kejadian kehilangan aliran darah ke bagian otak yang merusak jaringan otak. Penyakit ini merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan aliran darah menyempit atau tersumbat, yang memicu terjadinya stroke.

(far/pra)

[Gambas:Video CNN]