Review Manga: One Piece 1.053

Jakarta, options-direct.co.uk

One Piece chapter 1.053 dibuka dengan kekacauan yang terjadi di Pemerintah Dunia terkait dengan status nilai buruan Monkey D. Luffy.

Pemerintah Dunia kaget saat melihat nama Luffy di selebaran nilai buruan masih menyertakan inisial D., ditambah lagi foto yang digunakan adalah saat Luffy sedang dalam bentuk Nika alias Gear 5.

Pemerintah Dunia lantas mendesak agar selebaran itu ditarik, serta foto dan nama Luffy diganti. Sayangnya, desakan Pemerintah Dunia itu sulit dilakukan karena selebaran itu sudah terlanjur tersebar ke seluruh dunia.

Kekacauan di Pemerintah Dunia justru jadi berkah bagi Morgan si pemilik media sekaligus jurnalis paling tenar di dunia One Piece.

Dia langsung meminta anak buahnya untuk menyebarkan berita kekalahan Big Mom dan Kaido, sekaligus memperlihatkan nilai buruan baru dari orang-orang yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Luffy, Trafalgar Law, dan Eustass Kid kini masing-masing punya nilai buruan sebesar 3 juta Belly.

Kabar kekalahan Big Mom dan Kaido serta nilai buruan trio kapten bajak laut itu pun menggegerkan semua orang, termasuk mereka sendiri.

Kid dan Law sudah melihat nilai buruan baru mereka, dan hanya Luffy yang masih belum mendapat informasi apa-apa terkait itu.

Namun, ternyata tak hanya soal nilai buruan saja yang tertera di surat kabar Morgan, melainkan ada info penting lain yang akan terungkap di akhir chapter 1053 ini.




Luffy tak mau kisah soal dirinya disampaikan ke warga Wano karena dia tak mau dianggap sebagai pahlawan. (Foto: IMDB)

Setelah kekacauan di awal, adegan pindah ke pesta besar-besaran yang diadakan di Flower Capital.

Jinbei tampak masih bertahan di kastil utama Wano untuk menyantap makanan yang disediakan koki kerajaan. Sedangkan, orang-orang lain tak sabar dan memilih untuk langsung berpesta.

Luffy, Chopper, dan Yamato girang bukan main saat melihat makanan favorit mereka. Sementara, Brook dan Hiyori tampak bersiap menyanyikan lagu kesukaan Oden berjudul Tsukihime di hadapan warga Wano.

Setelah itu Luffy langsung berdiri di panggung utama untuk memulai pesta besar-besaran di Wano. Warga Wano tidak ada yang mengenal Luffy meski dia adalah sosok yang membebaskan mereka dari cengkeraman Kaido.

Usut punya usut, Luffy tak mau kisah soal dirinya disampaikan ke warga Wano karena dia tak mau dianggap sebagai pahlawan.

Permintaan itu pun diamini Momonosuke sehingga tak ada seorang pun yang tahu siapa Luffy sebenarnya.

Di saat Luffy hendak memulai pesta, Kid mendadak muncul untuk menghabisi Luffy. Kehadiran Kid tak membuat Luffy takut, melainkan dia langsung merangkul Kid untuk ikut berpesta.

Tepat di momen rangkulan Kid dan Luffy, kembang api pun meletus di atas Flower Capital dan pesta pun dimulai.

Sanji, Nami, dan Shinobi tertawa sambil menyantap makanan, sedangkan Zoro, Usopp, Denjiro, dan Franky meminum sake. Selain itu, O, Toko, Kikunojo, dan Raizo terharu melihat pesta ini, sedangkan Suku Minks ikut bahagia bersama warga Wano.

Sementara itu, Hyogoro mengaku belum pernah melihat perayaan semegah ini dan memuji para bajak laut sebagai aktor di balik perayaan ini.

Di saat semua orang sibuk berpesta, Kid melanjutkan pembicaraan dengan Luffy.

Dia memperlihatkan surat kabar ke arah Luffy di mana ada informasi soal siapa Yonko baru di lautan setelah kekalahan Big Mom dan Kaido.

Isi surat kabar itu pun membuat Luffy kaget karena ternyata Yonko baru yang diakui Pemerintah Dunia adalah Shanks, Luffy, Buggy, dan Kurohige.

Robin dan Tenguyama/Sukiyaki

Di saat semua orang sedang berpesta di pusat Flower Capital, Nico Robin justru sibuk untuk mencari informasi soal poneglyph yang ada di Wano.

Pencarian itu membawa Robin ke sebuah ruangan di area bawah tanah kastil Wano.

Di saat dia sedang melihat barang-barang di sebuah ruangan, Robin dikagetkan dengan kehadiran Tenguyama Hitetsu.

Tenguyama mengaku bahwa ruangan tempat poneglyph dan boneka-boneka itu berada adalah kamar koleksi rahasia miliknya.

Robin pun bertanya soal siapa Tenguyama sebenarnya karena yang Robin tahu, Tenguyama hanyalah seorang penempa pedang alias blacksmith.

Di momen itu akhirnya dia membuka identitas aslinya yang tak lain adalah Kozuki Sukiyaki, mantan shogun Wano sekaligus ayah dari Kozuki Oden.

Sukiyaki yang dulu dikabarkan tewas diracun Orochi ternyata masih hidup dan berhasil melarikan diri dari cengkeraman Orochi.

Namun, selama ini, Sukiyaki mengaku tak mau membuka identitasnya karena malu kursi shogun miliknya harus direbut oleh Orochi. Dia pun sempat ingin melakukan bunuh diri setelah mengetahui Oden tewas di tangan Orochi dan Kaido.

Hanya saja, saat Sukiyaki sedang bercerita soal masa lalu Robin langsung memotong pembicaraan.

“Senjata kuno Pluton, benda itu seharusnya ada di negara ini bukan?”

“Itulah yang tertulis di poneglyph yang ada di Arabasta.”

Pertanyaan Robin itu pun diamini oleh Sukiyaki yang mengkonfirmasi bahwa Pluton memang benar ada di Wano.

Sayangnya, informasi soal itu digantung begitu saja dan adegan pindah ke kemunculan admiral Green Bull di Wano.




Ilustrasi Komik One PieceApa sebenarnya yang mau dilakukan Rokugyu di Wano? Apakah dia benar-benar ingin menghabisi Luffy? (Foto: options-direct.co.uk/Hanna Azarya)

Green Bull alias Rokugyu alias Aramaki

Di akhir chapter 1052, Admiral Angkatan Laut Rokugyu tampak sudah dekat dengan Negeri Wano. Dan, di chapter ini, dia akhirnya benar-benar sampai di Wano dan langsung “membuat kekacauan” di Udon.

Tak hanya itu, penampilan Rokugyu yang selama ini disembunyikan akhirnya dipamerkan ke para pembaca.

Rokugyu berpenampilan nyentrik dengan rambut berantakan, kacamata hitam, dan celana hitam panjang dengan ornamen bunga di kaki kiri.

Dia pun tak mengenakan baju sama sekali, dan itu membuat tato di bagian kiri badannya terlihat dengan jelas. Di bagian pinggang Rokugyu pun ada pedang yang tampak seperti sebuah samurai.

Kembali ke kehadiran Rokugyu di Wano, para penghuni penjara Udon, termasuk King dan Queen, tampak kurus kering setelah nutrisi di dalam tubuh mereka diserap oleh Rokugyu.

Tak jelas kekuatan iblis apa yang dimiliki Rokugyu, tapi dia tampak bisa menjulurkan tentakel dari jarinya dan menusuk apapun yang ada di hadapannya.

Dia menusuk tubuh King dan Queen untuk menyerap nutrisi keduanya, bahkan dia bisa menusuk gentong berisi sake dan mencicipi sake tanpa harus meminumnya secara langsung.

Saat melakukan semua aktivitas itu, Rokugyu menyebut bahwa saat ini Angkatan Laut sedang tak punya kekuatan untuk membereskan masalah yang terjadi di Wano.

Dia tampak sedang menghubungi seseorang dan meminta satu kapal temput untuk dikirim ke Wano. Selain itu, Rokugyu juga meminta agar tak ada seorang pun yang membocorkan permintaannya itu ke Sakazuki alias Akainu.

Setelah selesai dengan urusan menyerap nutrisi, Rokugyu terlihat sedang memandang poster buruan Luffy.

Rokugyu pun mengatakan bahwa dia (Sakazuki) akan memuji dirinya jika dia berhasil menghabisi Luffy di Wano.

One Piece chapter 1053 pun ditutup dengan Rokugyu yang berjalan menuju Flower Capital di mana alunan musik terdengar hingga ke Udon.

Namun, dia menuju Flower Capital bukan untuk ikut pesta karena saat ini Angkatan Laut sedang tak mau berpesta, lantaran dunia luar sedang kacau balau.

Apa sebenarnya yang mau dilakukan Rokugyu di Wano? Apakah dia benar-benar ingin menghabisi Luffy?

Siapa sosok Pluton yang sedang dibicarakan Robin dengan Sukiyaki?

Dan, apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia luar sehingga Pemerintah Dunia mengumumkan daftar baru Yonko yang di dalamnya mencakup dua orang baru, yaitu Luffy dan Buggy?

Para penggemar pun dipaksa berteori macam-macam lantaran One Piece akan menjalani hiatus selama empat pekan dan itu artinya chapter 1054 baru akan tayang pada 24 Juli 2022.

(pra/pra)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Angan Kreator Bikin Episode Khusus Upin & Ipin ke Indonesia