Review Film: Wedding Agreement

Jakarta, options-direct.co.uk

Pandangan mengenai perempuan pasti makhluk lemah, tidak berdaya, dan selalu bergantung pada laki-laki dituangkan secara gamblang dalam film Wedding Agreement (2019).

Film tersebut juga secara jelas menonjolkan laki-laki menjadi pemegang kontrol penuh dalam kehidupan pernikahannya.

Padahal, Wedding Agreement awalnya menghadirkan sosok Tari (Indah Permatasari) sebagai perempuan modern dan mandiri yang tinggal di Jakarta. Ia juga terlihat sebagai sosok yang pintar, terutama dalam membangun relasi bisnis.

Namun, semua gambaran itu sirna ketika Tari masuk ke fase rumah tangga. Sosok mandiri tersebut hilang, digantikan dengan ketundukan hingga terkesan lemah ketika menikah atas dasar perjanjian, bukan cinta.

Perubahan itu membuat sutradara Archie Hekagery seolah menguatkan stigma kuno bahwa kodrat perempuan ketika dewasa dan menikah adalah hanya melayani suami dan mengurus rumah, atau dikenal dengan istilah ‘sumur, dapur, kasur.’

Sosok perempuan dalam film Wedding Agreement digambarkan sebagai sosok yang tidak memiliki banyak pilihan, cerminan budaya patriarki yang masih kuat di Indonesia.

Apalagi ketika hal tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai agama.

Sehingga, Tari dalam film ini digambarkan benar-benar menyerahkan kehidupan pada Tuhan dan mengharapkan mujizat.

Tak ada yang salah mengenai hal tersebut, tapi hal itu lebih banyak ia pendam sendiri daripada disuarakan kepada sang suami karena kekhawatiran melanggar aturan agama.




Review film Wedding Agreement (2019) menilai sosok suami di sini masih asik mengejar cinta dengan perempuan lain meski telah menikah. Foto: (StarVision Plus via IMDb)

Di saat yang sama, Bian (Refal Hady), sang suami malah asik mengejar cinta dengan perempuan lain tanpa khawatir soal agama atau tuntutan lainnya.

Sepanjang film Wedding Agreement, hubungan Tari dan Bian hanya berkompromi seputar perjanjian pernikahan dan berharap orang tua tak mengetahui ‘wujud’ asli rumah tangga mereka.

Hingga tiba-tiba kehidupan rumah tangga mereka menemukan titik terang yang baik bagi kedua karakter utama tanpa dieksplorasi lebih lanjut sebelumnya.

Sehingga, sutradara dan penulis seharusnya bisa lebih mengeksplorasi proses datangnya cinta di antara mereka, bukan sekadar berfantasi mendapatkan akhir yang bahagia.

Kisah tersebut pun kini lebih dieksplorasi melalui serial, Wedding Agreement the Series. Kehadiran pemeran pendukung jadi bumbu hingga plot lebih menarik untuk diikuti.

Film Wedding Agreement bisa ditonton di Netflix. Sedangkan Wedding Agreement the Series dapat disaksikan di Disney+ Hotstar.

[Gambas:Youtube]

(chri)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Reza Arap Umumkan Istirahat dari Media Sosial