Review Film: Minions 2: The Rise of Gru

Jakarta, options-direct.co.uk

Minions 2: The Rise of Gru menebus ‘dosa’ film sebelumnya yang tak punya struktur cerita kuat dan seolah hanya mengeksploitasi kelucuan Minions. Sekuel ini sekaligus membuktikan bahwa Gru bukan hanya menjadi tuan, tapi juga nyawa bagi makhluk mini berwarna kuning tersebut.

Sekuel ini mengangkat perjalanan awal Gru pada 1970-an, bocah cilik berusia 12 tahun yang bercita-cita menjadi supervillain. Minions 2 juga mengisahkan awal mula hubungan Gru dengan Minions, persis melanjutkan akhir film pertamanya.

Dari aspek cerita, film ini punya premis yang ringan dan tidak muluk-muluk. Segmentasi film yang ditujukan untuk semua umur juga membuat Minions 2 tak perlu penulisan cerita yang megah atau penuh plot twist.

Ia cukup disajikan dengan cerita yang mudah dipahami dan mengalir dari satu bagian ke bagian lainnya agar dapat dinikmati anak kecil, juga tetap ditoleransi orang dewasa.

Cerita yang ringan itu diperkuat dengan adegan komedi khas waralaba Despicable Me. Sutradara Kyle Balda tampak paham menjaga batas dalam menyuguhkan kelakuan jenaka Minions dalam film ini sehingga terlihat tidak dipaksakan.

Seperti yang diutarakan sebelumnya, tingkah lucu Minions itu semakin bernyawa dengan kembalinya Gru (Steve Carell) dalam film ini. Kombinasi Gru dan Minions juga mengobati kerinduan penggemar yang merasa kehilangan saat menonton Minions (2015).




Review Film: Minions 2: The Rise of Gru menebus ‘dosa’ film sebelumnya yang tak punya struktur cerita kuat dan seolah hanya mengeksploitasi kelucuan Minions.: (dok. Universal Pictures/Illumination Entertainment via IMDb)

Tidak hanya itu, aksi kocak Minions semakin meriah dengan kehadiran Otto yang bergabung dengan trio Stuart Kevin dan Bob. Otto sukses mencuri perhatian dengan persona yang cerewet nan menggemaskan.

Sebagai proyek prekuel, Minions 2: The Rise of Gru juga menghadirkan banyak easter egg dari Despicable Me. Ini sekaligus menjadi momen nostalgia yang mendalam bagi penonton film-film Despicable Me.

Sejumlah referensi era 1970-an juga ditampilkan dalam film ini. Mulai dari latar tempat, busana para grup villain Vicious 6, hingga referensi seperti adegan Gru menonton Jaws (1975) bersama para Minions.

Sederet poin positif itu semakin lengkap dengan pilihan musik yang ciamik. Menonton Minions 2: The Rise of Gru benar-benar menjadi pengalaman menyenangkan berkat dukungan musik yang tepat di berbagai adegan.




Minions: The Rise of GruReview Film Minions 2: nasib Vicious 6 di pertengahan cerita tidak mendapat porsi yang signifikan. Mereka seolah hanya muncul pada satu-dua adegan untuk mengancam nyawa Gru. (dok. Universal Pictures/Illumination Entertainment via IMDb)

Meski demikian, film ini tetap kesulitan menyeimbangkan seluruh aspek film. Salah satunya dalam mengisahkan Vicious 6, grup villain yang mengancam keselamatan Gru.

Walaupun grup villain itu dikenalkan dengan cara yang mudah dipahami, nasib Vicious 6 di pertengahan cerita tidak mendapat porsi yang signifikan. Mereka seolah hanya muncul pada satu-dua adegan untuk mengancam nyawa Gru.

Padahal, Vicious 6 punya potensi besar untuk dieksplorasi. Terutama karena grup villain itu punya profil anggota yang solid dan begitu didambakan Gru kecil.

Studio tampaknya belum cukup berani mengambil langkah gambling tersebut, sehingga memilih bermain aman dengan berfokus kepada karakter Gru dan Minions semata.

Di sisi lain, waralaba Despicable Me milik Illumination juga dihadapkan dengan tantangan baru setelah film ini. Setelah merilis lima film, kini studio wajib memutar otak untuk menghadirkan cerita yang segar.

Racikan komedi dengan mengandalkan Minions memang masih cukup manjur untuk mengundang tawa penonton. Namun, para penggemar sangat mungkin merasa bosan jika hal tersebut dijadikan senjata satu-satunya.

Mengeksplorasi karakter Minions menjadi pekerjaan rumah baru bagi Illumination jika studio tersebut ingin mempertahankan waralaba ini.

Meski begitu, pada akhirnya Minions 2: The Rise of Gru masih menunjukkan taji. Ia tetap sukses sebagai tontonan menghibur sekaligus pilihan tepat bagi orang-orang yang hanya ingin meringankan beban pikiran.

[Gambas:Youtube]




Gif banner Allo Bank

(end)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Sinopsis Last Summer, Liburan Berujung Petaka karena Cinta