Fantastic Beasts The Secrets of Dumbledore

Jakarta, options-direct.co.uk

Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore menjadi ajang perbaikan dari sutradara David Yates dan penulis JK Rowling serta kru lainnya untuk menghasilkan film yang lebih baik dari saga sebelumnya, The Crimes of Grindelwald (2018).

Walau demikian, film ini juga belum bisa menyamai kesuksesan film pertama, Fantastic Beasts and Where to Find Them (2001) yang langsung menarik perhatian Potterhead usai saga Harry Potter tamat pada 2011 silam.

The Secrets of Dumbledore mengomposisikan lebih banyak kenangan yang sudah dikenal oleh Potterhead, kisah karakter yang lebih intim, visual yang lebih memanjakan mata, hingga alur cerita yang lebih nyaman untuk diikuti.

Setelah mengisahkan kejahatan Grindelwald yang tak jelas pada film kedua, Fantastic Beasts 3 kini lebih fokus menguliti rahasia dari Dumbledore, atau keluarganya, yang tak banyak diketahui.

Kisah Albus Dumbledore ataupun keluarganya tak banyak menjadi sorotan dalam legenda Harry Potter. Nama keluarga yang melegenda dalam benak Potterhead ini kisahnya masih dipenuhi teka-teki bahkan ketika saga Harry Potter usai.

Apalagi, kisah asmara antara Albus Dumbledore dengan Gellert Grindelwald. Pada saga Harry Potter, mereka hanya dikenal “dekat” dan sebagai dua penyihir dengan banyak kemiripan dan bersumpah untuk tidak saling menyakiti.

Dalam The Secrets of Dumbledore, JK Rowling sebagai penulis skenario membuka hubungan Dumbledore dan Grindelwald lebih lebar.

Meski begitu, kisah cinta sesama jenis dalam film ini disajikan dengan cara yang halus sehingga seolah seperti dua sahabat lama yang kemudian menjadi musuh.




Review film: Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore menjadi ajang perbaikan untuk menghasilkan film yang lebih baik dari saga sebelumnya.: (Warner Bros. via IMDb)

Bukan hanya itu, konflik yang lebih humanis dan terhubung dengan kehidupan manusia di dunia nyata juga lebih disajikan dalam The Secrets of Dumbledore. Salah satunya adalah penggambaran permainan politik yang kotor.

Rowling mengembangkan premis manipulasi pemilu dalam menggambarkan bagaimana Grindelwald berusaha memunculkan perang antara penyihir dengan non-penyihir alias muggle atau no-maj.

Taktik yang digunakan pun mengingatkan penggemar akan kisah sihir necromancy yang sempat dikisahkan menjadi salah satu andalan Penguasa Kegelapan, Lord Voldemort, membangun Inferius yang menjadi pasukan untuknya.

Bermain sebagai sosok yang licik, Mads Mikkelsen membawakan karakter Gellert Grindelwald dengan apik.

Meski menjadi yang teranyar bergabung, aktor kelahiran 1965 ini berhasil mengeksekusi perannya dengan sangat baik sehingga film ini terasa sangat nyata dan dekat dengan penonton.

Mikkelsen sukses membangun citra Grindelwald sebagai tokoh antagonis yang arogan, manipulatif dan sangat licik. Namun juga cerdas dan kuat di saat bersamaan.

Ia sukses meruntuhkan keraguan publik kala ia menggantikan Johnny Depp yang sudah terlanjur dikenal penggemar Fantastic Beasts dan meninggalkan citra tersendiri.

Saya sendiri sebenarnya termasuk yang tidak khawatir ketika Johnny Depp didepak dari Fantastic Beasts mengingat karakter yang ia mainkan tidak seikonis Newt Scamander yang menjadi pion dalam saga ini.

Apalagi, Fantastic Beasts sejatinya adalah ruang bermain bagi JK Rowling untuk bereksplorasi lebih liar dan lebih dalam mengembangkan semesta Wizarding World.




Mads Mikkelsen, pemeran Gellert Grindelwald dalam Fantastic Beasts 3: The Secrets of Dumbledore.Review film Fantastic Beasts The Secrets of Dumbledore: Mads Mikkelsen membawakan karakter Gellert Grindelwald dengan apik. (Warner Bros. via IMDb)

Tak hanya Mads Mikkelsen, pujian juga patut diberikan untuk jajaran pemain lain. Salah satunya, Alison Sudol yang sukses membawakan sosok Queenie Goldstein yang lebih matang.

Sudol sukses menampilkan perubahan emosi yang terjadi dalam karakternya dengan mulus dan emosional. Begitu juga dengan lawan mainnya, Dan Fogler yang berhasil menunjukkan sisi lain dari sosok Jacob Kowalski.

Meski merupakan film yang lebih baik dari saga sebelumnya, Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore masih menimbulkan tanda tanya. Salah satunya adalah kedekatan antara Albus dengan adiknya, Aberforth, yang terlihat lebih akrab dibanding dalam kisah di dunia Harry Potter.

Namun itu tidak mengurangi kekaguman saya dengan film ini. Terlebih, kualitas CGI film ini lebih bagus dibandingkan film kedua dengan permainan trik sihir yang lebih meyakinkan dan selipan komedi yang menyegarkan.

Setidaknya, film ini masih mampu menahan antusiasme menantikan film keempat dari lima film yang direncanakan untuk semesta Fantastic Beasts.

Film Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore tayang di bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(end)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  INFOGRAFIS: Seberapa Mahal Modal Kostum Cosplay?