Review Film: Elvis

Jakarta, options-direct.co.uk

Tempo awal film Elvis bak mengikuti irama lagu-lagu hit sang legenda, cepat dan mampu menggoyang audiens dengan sajiannya. Meski begitu, aksi Austin Butler sebagai sosok Elvis Presley adalah hidangan utama yang tak boleh dilewatkan.

Film biopik yang sudah amat dinanti sejak lama ini memulai perjalanan dengan cara yang cukup berat: monolog Colonel Tom Parker yang diperankan oleh Tom Hanks, selama sepuluh menit.

Monolog itupun tidak berisi konten ringan, melainkan dongeng soal Elvis dari sudut pandang Parker sebagai manajer yang dianggap berperan besar dalam karier musik sang legenda.

Meskipun, monolog itu lebih terasa sebagai pembelaan dirinya yang dituding menjadi dalang di balik kematian sang ikon budaya pop abad ke-20 tersebut.

Selama Parker mengoceh soal ringkasan kisah Elvis dari bocah itu pula, sang legenda disembunyikan oleh sutradara Baz Luhrmann. Hingga kemudian, sang bintang utama ditampilkan ketika akan menjajal panggung pertamanya.

Seperti biopik kebanyakan, akurasi sejarah dalam film Elvis berpeluang bakal jadi perdebatan. Meski begitu, Luhrmann sukses mengenalkan Elvis Presley dengan cara memukau.

Rangkaian upaya ‘menyembunyikan’ Elvis, lalu teriakan histeris penonton saat penampilan perdana, seolah memberi gambaran bagi penonton awam tentang reaksi orang-orang kala Elvis Presley ‘lahir’ di masa itu.




Review Elvis: Sutradara Luhrmann sukses mengenalkan Elvis Presley dengan cara memukau. (dok. Warner Bros. via Twitter IMDb)

Upaya Luhrmann menggambarkan Elvis Presley disempurnakan dengan akting Austin Butler. Aksi menawan Austin Butler terpancar dari cara dirinya bertutur, bernyanyi, hingga berdansa. Austin Butler benar-benar seperti ‘kerasukan’ Elvis.

Selain itu, penampilan apik juga disuguhkan Tom Hanks sebagai Colonel Tom Parker. Pengalaman akting Tom Hanks selama 42 tahun rasanya cukup untuk menjelaskan kualitas aktor senior tersebut di film ini.

Pujian juga patut diberikan kepada karakter Priscilla Presley yang diperankan oleh Olivia DeJonge. Ia sukses memerankan sang kekasih Elvis dengan mencuri perhatian pada beberapa adegan.

Salah satunya saat Priscilla menyadari kecintaan Elvis terhadap musik dan panggung hiburan lebih besar daripada terhadap dirinya.

Meski begitu, puja-puji atas kualitas akting para pemain tidak diimbangi dengan kemampuan narasi film merangkul penonton secara umum.

Hal itu karena film Elvis memiliki begitu banyak narasi yang rawan membuat penonton awam untuk tersesat, bahkan sulit mengikuti berbagai referensi sejarah yang ditampilkan di film ini.

Namun hal itu memang tak bisa dielakkan. Elvis Presley semasa hidupnya memang sosok yang memiliki ikatan erat dengan perkembangan budaya di masanya. Salah satunya keresahan Elvis terhadap isu rasisme di masa itu, yang ia tuangkan lewat lagu If I Can Dream.

Sementara itu, film Elvis juga bisa menjadi sarana untuk membuka mata penduduk dunia akan sejarah kelam Amerika Serikat, termasuk berbagai insiden pembunuhan tragis yang menimpa orang-orang ternama.




Elvis (2022)Review film Elvis: film Elvis memiliki begitu banyak narasi yang rawan membuat penonton awam untuk tersesat, bahkan sulit mengikuti berbagai referensi sejarah yang ditampilkan di film ini. (dok. Warner Bros. Pictures via IMDb)

Beberapa yang dimunculkan lewat film ini yaitu peristiwa pembunuhan Martin Luther King Jr., pembunuhan senator Robert Kennedy, hingga kematian aktris Sharon Tate.

Sehingga logis sebenarnya bila film ini memiliki durasi yang panjang, yaitu 2,5 jam yang berpotensi membuat penonton kebosanan di tengah jalan.

Namun bagi saya, hal yang menyelamatkan dari mati gaya melihat Elvis adalah melihat lagak lagam juga aksi panggung Austin Butler yang apik membawakan lagu-lagu hit Elvis Presley.

Film ini memberikan porsi besar bagi adegan pertunjukan musik Elvis Presley yang hampir seluruhnya dinyanyikan kembali oleh Austin Butler. Karenanya, Butler membawa film ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Musik yang dipilih juga relatif bisa dinikmati, bahkan bagi saya yang hanya tahu lagu-lagu Elvis dalam hitungan jari.

Sehingga, Austin Butler adalah satu-satunya alasan mengapa Elvis layak ditonton. Durasi yang terlalu panjang hingga berbagai referensi asing agaknya masih bisa ditoleransi, demi menikmati akting kelas top dari Butler dan pemeran lainnya.

Bahkan, Butler sudah layak untuk mengantongi jatah nominasi Best Actor untuk Oscar tahun depan berkat aksinya di Elvis. Bukan tidak mungkin pula, ia mengikuti jejak Rami Malek yang menjadi Freddie Mercury di Bohemian Rhapsody.

[Gambas:Youtube]

(end)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Bintang Stove League Lee Eol Meninggal Dunia