Produser Ungkap Biaya Produksi Film KKN di Desa Penari

Jakarta, options-direct.co.uk

Manoj Punjabi, produser film KKN di Desa Penari, mengungkapkan filmnya tersebut membutuhkan biaya produksi sebesar Rp15 miliar. Jumlah itu belum termasuk biaya di luar produksi.

“Dulu itu bujetnya sekitar Rp15 miliar, itu untuk production. Belum termasuk marketing yang cost-nya juga tinggi,” kata Manoj Punjabi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/5) malam.

Ia pun belum bisa memperkirakan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil pemutaran filmnya. Namun, Manoj mengaku jumlah tersebut sudah menutupi ongkos produksi.

“Iya [balik modal], itu belum saya hitung jumlahnya, tapi yang pasti sudah sangat sehat dan positif,” ujarnya.

Meski memiliki bujet produksi sebesar Rp15 miliar dan belum termasuk dengan biaya marketing yang biasanya setara dengan biaya produksi, KKN di Desa Penari diprediksi masih untung besar.

Apalagi dengan penjualan tiket yang kini sudah mencapai lebih dari 7 juta tiket dan masih terus bertambah. Bila menggunakan standar tiket bioskop seharga Rp40 ribu per tiket, maka pendapatan box office KKN di Desa Penari setidaknya mencapai Rp280 miliar. 




Meski memiliki bujet produksi sebesar Rp15 miliar dan belum termasuk dengan biaya marketing yang biasanya setara dengan biaya produksi, KKN di Desa Penari diprediksi masih untung besar. (dok. MD Pictures via YouTube)

Namun pendapatan itu belum dipotong dengan pendapatan untuk bioskop yang biasanya 50 persen dari harga tiket, dan belum dihitung bersama pendapatan dari iklan atau pemasukan lainnya.

Sehingga, film ini diprediksi masih mampu mengambil keuntungan bersih setidaknya tiga kali lipat dari biaya pembuatannya.

Selain itu, Manoj juga mengaku senang atas pencapaian film KKN di Desa Penari yang kini tembus tujuh juta penonton. Angka itu membuat film horor tersebut menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Terlebih, pencapaian tersebut diraih di tengah situasi pandemi ketika kapasitas okupasi bioskop masih dibatasi.

“Ini sesuatu yang tidak mudah, dan ini memecahkan rekor [penjualan] tiket. Jadi sejarah baru karena bisa terjadi dalam kondisi seperti saat ini. Kalau kondisinya normal beda ya, tapi ini terjadi saat kondisi bioskop lagi hancur-hancurnya,” ucap Manoj.

“Bagi saya ini adalah momen sejarah, momen yang saya kira tidak akan bisa saya lupakan. Di kondisi seperti saat ini film Indonesia bisa unggul dari Dr. Strange, itu kan sesuatu yang ajaib,” imbuhnya.

Sementara itu dalam keterangan yang disampaikan di Instagram, Manoj berharap film KKN di Desa Penari menjadi titik tolak atau tonggak sejarah kebangkitan film Indonesia.

“7 juta penonton adalah bukti nyata tingginya kesadaran dan semangat masyarakat untuk menghargai karya anak bangsa,” kata Manoj.

Dengan angka penonton tersebut, film KKN di Desa Penari resmi dinobatkan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Film karya sutradara Awi Suryadi tersebut menggeser juara bertahan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 yang tayang pada 2016.

Film Warkop DKI kini turun satu peringkat ke tempat kedua dengan capaian 6.858.616 penonton.

Sedangkan, posisi ketiga saat ini diisi oleh film Dilan 1990 yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Film yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq tersebut ditonton sebanyak 6.315.664 penonton.

KKN di Desa Penari masih tayang di bioskop Indonesia.

(nly/pra)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  9 Film Baru Diproduksi Visinema, Sekuel NKCTHI hingga Jumbo