BTS Mungkin Bisa Konser saat Wajib Militer

Jakarta, options-direct.co.uk

BTS disebut masih mungkin untuk tampil dan mempersiapkan konser internasional bahkan ketika sedang menjalani wajib militer di Korea Selatan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Jong-sup mengatakan mungkin menjadi kepentingan nasional untuk mencari cara menjaga bintang-bintang global bisa tampil di atas panggung bahkan ketika sedang wajib militer (wamil).

“Saya pikir akan ada cara untuk memberi mereka waktu berlatih saat wamil dan mengizinkan mereka tampil bersama jika ada jadwal pertunjukan di luar negeri,” kata Menhan Lee Jong-sup seperti diberitakan AFP, Senin (1/8).

“Karena banyak orang menghargai fakta mengabdi di militer itu sendiri. Itu juga bisa lebih membantu popularitas mereka,” tuturnya.

Namun, BTS hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mencoba menghindari wajib militer.

“Sebagai pemuda Korea Selatan, saya percaya dinas militer adalah hal wajar. Seperti yang selalu saya katakan, saya akan menjawab panggilan negara kapan pun itu datang,” kata Jin BTS pada 2020.

Dalam sepanjang sejarah, semua pemuda berbadan sehat Korea Selatan di bawah usia 30 tahun harus melakukan wajib militer sekitar dua tahun. Hal itu dipengaruhi fakta Korsel secara teknis masih berperang dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Isu wajib militer BTS sudah ramai diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir mengingat Jin, member tertua grup tersebut berusia 29 tahun (berdasarkan perhitungan internasional).

Beberapa pihak berharap BTS bisa mendapatkan pengecualian atas prestasi di dunia global.

[Gambas:Video CNN]

Meski wajib, Korea Selatan memberikan pengecualian terhadap beberapa pihak, seperti atlet berprestasi peraih medali Olimpiade, hingga musisi klasik. Bintang pop tidak memenuhi syarat.

Sehingga, idol hingga aktor berprestasi pun tetap mengikuti wajib militer, kecuali mendapat pengecualian akibat kondisi kesehatan atau lainnya.

Baca Juga :  Jeon Mi-do menangis melihat Son Ye-jin dalam gaun pengantin

Menolak wajib militer selama ini dianggap sebagai kejahatan di Korea Selatan dan dapat menyebabkan hukuman penjara dan stigma sosial.

(chri/Tim)