Marilyn Monroe Disebut Kekurangan Uang untuk Pemakamannya Sendiri

Jakarta, options-direct.co.uk

Penulis novel biografi Marilyn Monroe, Joyce Carol Oates, mengungkap keadaan mengenaskan dari sang bintang sebelum meninggal. Menurutnya, Monroe tidak memiliki cukup uang untuk proses pemakaman yang layak.

“Dia mendapatkan popularitasnya di dunia, tapi itu bukanlah identitas yang bisa membuat kamu hidup,” ujar Oates kepada Variety, Minggu (10/7).

“Ia menghasilkan banyak uang yang sangat banyak bagi banyak pria, tapi tak cukup untuk dirinya sendiri. Ketika dia meninggal pada usia 36, dia bahkan tidak memiliki uang yang cukup untuk pemakaman yang layak,” lanjutnya mengenang.

Ketika menuliskan novel biografi berjudul Blonde, Oates mengisahkan perjalanan hidup dari seorang perempuan bernama Norma Jeane Mortenson. Ia kelak dikenal luas sebagai Marilyn Monroe.

Melalui interpretasinya, Oates melihat bahwa Monroe mengalami krisis identitas dan menghadapi masa-masa putus asa karena apa yang telah dilaluinya sebagai simbol seks abad ke-20.

Bagi Oates, Monroe yang mulai mendekati usia 40 tahun merasa tersiksa karena masih mendapatkan peran yang sama yang bisa diberikan kepada perempuan yang jauh lebih muda di era itu.

“Ketika Marilyn beranjak tua, dia masih mendapatkan peran yang sama dengan peran yang diambil oleh para bintang muda ketika itu, dan itu membuatnya tersiksa,” ungkap Oates.

“Kamu tidak bisa terus menerus berperan sebagai wanita pirang bodoh seperti itu di usia jelang 40,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Oates tak menampik jika banyak orang yang menilai bahwa Monroe meninggal karena bunuh diri. Namun baginya, Monroe meninggal tersiksa karena sudah putus asa terhadap hidupnya.

“Beberapa orang mengatakan bahwa dia meninggal bunuh diri. Aku tak perlu berpikir seperti itu. Menurutku ia bisa saja meninggal karena rasa putus asa yang amat ekstrem,” cetusnya.

Baca Juga :  Menderita Aphasia, Bruce Willis Disebut Memakai Earpiece Saat Syuting

Kisah biografi yang ditulis oleh Oates tersebut diadaptasi menjadi film Netflix dengan judul sama, Blonde. Aktris Ana de Armas telah terpilih untuk melahirkan kembali sosok ikonis era 1950-an itu.

Berdasarkan keterangan Netflix, Blonde akan mengaburkan garis fakta dan fiksi untuk mengeksplorasi perpecahan yang melebar antara diri sendiri dan yang ditampilkan kepada publik.

Film tersebut akan mengambil latar dekade emasĀ Marilyn Monroe pada 50-an dan 60-an dengan perhatian khusus pada kehidupan batin dan perspektifnya tentang dunia.

Blonde diberi label NC-17 atau untuk penonton 17 tahun ke atas. Blonde akan tayang perdana pada 23 September 2022 secara global di Netflix.

[Gambas:Youtube]

(far/pra)

[Gambas:Video CNN]