Manajer aktris Thailand Tangmo Nida mengaku memberikan kesaksian palsu

Jakarta, options-direct.co.uk

Manajer aktris Thailand Tangmo Nida PatcharaveerapongIdsarin ‘Gatick’ Juthasuksawat mengunjungi kantor polisi baru-baru ini dan mengakui bahwa dia telah memberikan pernyataan palsu terkait kasus kematian Tangmo.

Gatick adalah satu dari lima orang di speedboat saat Tangmo Nida jatuh ke Sungai Chao Phraya, Kamis (24/2) lalu.

The Bangkok Post melaporkan pada Senin (4/4), polisi mengatakan bahwa Gatick mengaku telah memberikan pernyataan palsu kepada penyidik.

Atas tindakan itu, Gatick didakwa telah merugikan orang lain. Ia juga didenda hingga 4.000 baht atau sekitar Rp1,7 juta, dan/atau divonis maksimal dua tahun penjara.

Gatick diketahui datang ke kantor polisi bersama mantan anggota parlemen Partai Palang Pracharath, Sira Jenjaka, sebagai kuasa hukumnya.

Jenjaka mengatakan bahwa Gatick telah memberikan kebenaran dan memperingatkan empat orang lain yang berada di speedboat untuk mengatakan yang sebenarnya.

Selanjutnya, polisi membidik seorang pria lain yang diyakini mengarahkan kesaksian lima orang yang berada di atas speedboat. Orang tersebut diyakini telah menyarankan mereka memalsukan pernyataan kepada polisi.

Sebelumnya, polisi mengungkap keterangan saksi dalam kasus aktris Thailand Tangmo Nida Patcharaveerapong yang meninggal secara berbeda. Wakil Komisaris Besar Wilayah 1 Mator Jenderal Polisi Udon Yomcharoen mengatakan keterangan saksi saling bertentangan.

“Setiap saksi diperiksa secara terpisah. Keterangan masing-masing berbeda. Itu mengindikasikan setidaknya ada yang berbohong,” kata Udon Yomcharoen seperti dilansir Bangkok Post, Selasa (8/3).

Namun, dia belum menjelaskan lebih lanjut tentang kesaksian dari mereka yang telah dimintai keterangan.

Sejauh ini, polisi telah mendakwa dua dakwaan terhadap Por Tanupat Lerttaweewit dan Robert Phaiboon Trikanjananun, pemilik dan pengemudi speedboat yang ditumpangi Tangmo Nida.

Por Tanupat dan Robert Phaiboon telah didakwa dengan kelalaian mengoperasikan kapal tanpa izin, serta kelalaian yang menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Troye Sivan Ingin Kembali Kolaborasi dengan BTS

Namun, Mayor Jenderal Udon mengatakan jumlah tersangka bisa bertambah karena kesaksian yang bertentangan dengan temuan tim forensik.

Polisi, kata Mayjen Udon, juga menggerebek rumah Job Nitas Kiratisoothisathorn, yang salah satunya berada di atas kapal saat Tangmo Nida tenggelam. Mereka menyelidiki kemungkinan temuan minuman keras dengan kasus ini.

Selain itu, polisi juga menyelidiki GPS kapal dan jejak telekomunikasi orang-orang yang terlibat. Mereka mengatakan mereka tidak menemukan bukti dugaan penggunaan seksual atau narkotika dalam tragedi itu.

(baru/akhir)

[Gambas:Video CNN]