Komika Kritik Pernyataan Megawati soal Papua dan Tukang Bakso

Jakarta, options-direct.co.uk

Beberapa komika Indonesia mengkritik pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai Papua dan tukang bakso ketika membuka Rapat Kerja Nasional beberapa waktu lalu, salah satunya adalah komika Arie Kriting.

Ia mempertanyakan alasan Megawati mempermasalahkan orang berkulit gelap dan profesi tukang bakso. Komika tersebut tak lupa menyoroti Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Indonesia.

Kalau mau mewujudkan Bhinekka Tunggal Ika, ya harus beragam. Enggak ada urusan orang kulit hitam harus kawin campur sama yang lain,” cuit Arie Kriting, Rabu (22/6).

Memangnya kenapa kalau orang kulitnya gelap? Memang kenapa kalau jadi tukang bakso? Perasaan sebagai ras superior ini kok ya masih dipelihara.

Dalam cuitan yang lain, Arie Kriting juga menilai perubahan baru bisa jika rakyat semua bersatu, bukan berharap dari para elite.

Sudah ku bilang, kita itu enggak bisa sama sekali harap perubahan dari atas. Harus ada kehendak besar dari rakyat banyak. Tapi ya kalau akhirnya elite politiknya itu lagi yg dimajukan, ya susah,” tulisnya.

Selain Arie Kriting, komika Abdurrahmi Arsyad atau yang akrab disapa Abdur juga merespons pernyataan Presiden kelima Indonesia tersebut.

Kalau omongannya begini, saya dukung Papua Merdeka,” respons singkat Abdur di media sosial.

CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Arie Kriting dan Abdur untuk mengutip cuitan tersebut.

Ketika membuka Rakernas PDIP, Megawati selaku Ketua Umum menyinggung banyak hal. Ia kemudian sempat menyinggung pesan yang disampaikan kepada anak-anaknya mengenai mantu.

“Ketika saya mau punya mantu, itu saya udah bilang sama anak saya tiga; awas lho, kalau nyarinya yang kaya tukang bakso,” seloroh Mega, sambil terkekeh, dikutip dari akun Youtube PDIP.

Baca Juga :  Eks Asisten Pribadi Hotman Paris Iqlima Kim Tutup Akun Instagram

Ucapan Mega pun disambut gelak tawa para kader PDIP. “Jadi membayangkan kok piye iki rupane?” sambung Mega.

Presiden kelima RI ini melanjutkan “manusia Indonesia ini kenapa? Kan Bhinneka Tunggal Ika ya, jadi kan harus berpadu bukan hanya dari sisi fisik dan perasaan, tapi juga dari apa ya itu tadi rekayasa genetika itu lho.”

(Tim)

[Gambas:Video CNN]