Jurassic World Dominion Tuai Kritik Pedas, Plot Dinilai Dangkal

Jakarta, options-direct.co.uk

Film Jurassic World Dominion menuai beragam kritik pedas. Nilai film ini di laman agregator Rotten Tomatoes pada Kamis (9/6) hanya sebesar 37 persen dari 143 ulasan.

Nilai 37 persen tersebut menjadi yang terburuk dari seluruh saga Jurassic World. Jurassic World pada 2015 mendapatkan skor Rotten Tomatoes sebesar 71 persen, kemudian anjlok pada Jurassic World: Fallen Kingdom (2018) sebesar 47 persen.

Kesan positif dari Jurassic World Dominion dianggap banyak terbantu oleh hadirnya aksi kejar-kejaran dinosaurus yang cukup menegangkan.

Namun, mayoritas catatan kritikus untuk film ini tertuju pada plot yang serba ringan, medioker, dan dangkalnya bumbu cerita yang ditawarkan kepada penonton.

“Faktor nostalgia yang diberikan pada film ini memang memberikan kejutan di awal, dan tentu saja, terdapat banyak sensasi menegangkan sebesar ukuran dinosaurus,” tulis Brian Lowry dari CNN.

“Tapi itu tidak cukup untuk mengangkat besarnya unsur medioker yang sudah sangat dangkal,” lanjutnya.

Hal agak berbeda datang dari Mick LaSalle dari San Francisco Chronicle. Ia berujar Jurassic World Dominion memang hanya bergantung dari aksi yang dihadirkan.

Namun menurutnya, aksi dalam film tersebut jugalah buruk.

“Kegagalan utama Jurassic World Dominion bukanlah hanya terlalu bergantung dari aksi, saat aksi yang dihadirkan jugalah buruk,” tulis LaSalle.

Banyak kritikus Hollywood menilai Jurassic World Dominion punya cerita yang buruk, bahkan kejar-kejaran dinosaurus pun tak membantu. (Perfect World Pictures via Imdb)

Catatan penting lain yang menjadi sorotan adalah penulisan dan bumbu cerita yang buruk. Cerita dipandang mestinya bisa dinanti oleh penonton ketika menyaksikan Jurassic World Dominion.

“Sangat biasa-biasa saja dan tidak ada gunanya, sangat dibuat-buat, berbelit-belit tanpa ada poin dan penuh omong kosong,” ujar Peter Bradshaw untuk Guardian.

Baca Juga :  Trailer Pengabdi Setan 2, Misteri di Balik Rumah Susun

Menurut Joshua Rothkopf dari Entertainment Weekly, kehadiran para tokoh orisinal dari Jurassic Park bahkan tidak membantu untuk menolong plot buruk yang ada dalam film ini.

“Meski menghadirkan para pemeran orisinal, sungguh mengejutkan bahwa kharisma atau humor yang tersaji sangatlah minim, film ini terlalu banyak terhenti di kisah keluarga yang terus diulang,” tulis Rotkopf.

“Jika kekecewaan bisa diukur dengan dinosaurus, maka Jurassic World Dominion adalah brontosaurus dari kekecewaan tersebut,” kata Adam Graham untuk Detroit News.

“Kemenangan yang memalukan dari keserakahan korporasi,” tegas Leila Latif untuk Little White Lies.

Jurassic World Dominion adalah sekuel ketiga dari Jurassic World yang pertama tayang pada 2015 dan berlanjut pada Jurassic World: Fallen Kingdom pada 2018.

Sekuel ini adalah hasil buatan ulang dari versi orisinal Jurassic Park garapan Steven Spielberg yang tayang perdana pada 1993.

Jurassic World Dominion disutradarai Colin Trevorrow. Sedangkan kursi produser diisi oleh Frank Marshall.

Jurassic World Dominion kembali menampilkan beberapa karakter dalam film sebelumnya, seperti Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard. Selain keduanya, film itu juga dibintangi oleh BD Wong, Omar Sy, Campbell Scott, hingga Isabella Sermon.

Film ketiga ini juga menjadi ajang reuni bagi para pemeran trilogi Jurassic Park, yaitu Sam Neill, Laura Dern, dan Jeff Goldblum.

Jurassic World Dominion mulai tayang pada 7 Juni di bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(far/end)

[Gambas:Video CNN]