Geram Hak Aborsi Dicabut, Vokalis Green Day Mau Pindah Kewarganegaraan

Jakarta, options-direct.co.uk

Billie Joe Armstrong, pentolan band Green Day, mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan hak aborsi atau yang dikenal sebagai Roe v Wade. Atas putusan tersebut, ia berencana untuk menanggalkan kewarganegaraan AS-nya.

Emosinya itu ia luapkan ketika Green Day melakukan tur Hella Mega di Stadion London, Inggris, pada Jumat (24/6), dikutip dari CNN.

“Persetan Amerika. Gue bakal melepaskan kewarganegaraan. Gue bakal pindah ke sini,” katanya di tengah-tengah konser.

“Terlalu banyak orang bodoh di dunia buat sebuah negara kembali ke alasan menyedihkan itu. Kalian bakal banyak berhadapan dengan gue nanti,” lanjutnya.

Billie Joe Armstrong bukan satu-satunya musisi yang meluapkan kekesalannya terhadap putusan MA soal pencabutan hak aborsi. Billie Eilish juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap putusan itu ketika manggung di Festival Glastonbury, Inggris, di hari yang sama.

“Hari ini adalah hari yang kelam bagi perempuan di Amerika Serikat,” kata Eilish di sela penampilannya di Glastonbury.

“Saya hanya akan mengatakannya bahwa karena saya tidak tahan memikirkannya lagi saat ini,” lanjutnya.

Salah satu lagu yang dibawakan Eilish hari itu adalah Your Power yang mengisahkan soal penyalahgunaan kekuasaan.

Selain itu, Olivia Rodrigo juga mendedikasikan sebuah lagu kepada lima hakim agung ketika tampil di Festival Glastonbury. Ia menggandeng Lily Allen untuk membawakan lagu berjudul Fuck You.

“Bakal ada banyak perempuan dan anak yang mati karena (keputusan) ini,” ujar Rodrigo di atas panggung. “Mereka sama sekali enggak peduli dengan kemerdekaan.”

Selain mereka, musisi seperti Taylor Swift, Harry Styles, hingga Charli XCX turut berkomentar soal isu pencabutan hak aborsi lewat media sosial masing-masing.

Sedangkan, Lizzo mengumumkan akan menggandeng Live Nation dan berjanji menyumbangkan US$1 juta kepada organisasi yang menawarkan akses aman untuk melakukan aborsi.

Baca Juga :  Veranosiliyana Muncul dan Buka Suara Soal Sirajuddin Mahmud

Mahkamah Agung Amerika Serikat, pada Jumat (24/6) waktu setempat, memutuskan untuk membatalkan hak aborsi atau yang dikenal sebagai Roe v Wade dalam konstitusi negara tersebut.

Dengan keputusan itu, pemerintah federal tidak lagi memiliki hak untuk melegalkan aborsi. Hak aborsi akan ditentukan oleh masing-masing negara bagian kecuali Kongres mengambil sikap.

(pra)

[Gambas:Video CNN]