Emosional, Matthew McConaughey Dorong UU Senjata di Gedung Putih

Jakarta, options-direct.co.uk

Aktor Matthew McConaughey hadir di konferensi pers di Gedung Putih untuk mendorong pengesahan undang-undang keamanan senjata. Pesan emosional ini ia sampaikan mengikuti insiden penembakan di SD Robb kota Uvalde, Texas Selatan, AS, pada Selasa (24/5) siang waktu setempat.

McConaughey mengatakan ini adalah momen yang tepat untuk mengesahkan undang-undang tersebut. Ia meminta agar ada pemeriksaan latar belakang secara universal, menaikkan usia minimum untuk pembelian senjata, masa tunggu pembelian senjata, hingga penerapan pemindahan kepemilikan senjata.

“Ini adalah (alasan) masuk akal, praktis, peraturan taktis untuk negara, negara bagian, komunitas, sekolah, dan rumah kita. Para pemilik senjata yang bertanggung jawab sudah muak dengan Amandemen Kedua yang disalahgunakan dan dibajak oleh orang-orang gila,” ujar Matthew McConaughey di podium Gedung Putih, seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/7).

“Regulasi ini bukan langkah mundur – mereka adalah langkah maju untuk masyarakat sipil dan, dan Amandemen Kedua,” kata McConaughey dalam pidato kira-kira 20 menit dari podium.

Matthew McConaughey merupakan warga lokal Uvalde yang lahir dan tumbuh besar di sana. Usai tragedi penembakan di SD Robb, sang aktor bersama istrinya, Camila Alves, menghabiskan waktu selama seminggu untuk berduka bersama keluarga korban.

Para keluarga korban berbagi cerita tentang impian anak-anaknya. Ada yang ingin menjadi ahli biologi kelautan, ada yang ingin bersekolah di Paris, hingga berencana untuk membacakan Alkitab di gereja sebelum insiden tersebut terjadi.

McConaughey turut membawa hasil gambar anak-anak korban penembakan ketika berbicara di podium. Ia merasa memiliki kewajiban untuk menceritakan kisah para korban penembakan tersebut.




Matthew McConaughey menunjukkan salah satu foto korban penembakan di Uvalde, Texas, AS, saat bicara di podium Gedung Putih. (Foto: AP/Evan Vucci)

“Mereka (para orang tua korban) ingin impian anak-anak mereka untuk terus hidup. Mereka ingin impian anak-anak mereka terus berlanjut, untuk bisa tercapai setelah mereka tiada,” ujar Matthew McConaughey.

“Mereka ingin membuat nyawa mereka yang hilang menjadi berarti,” imbuhnya.

Sebuah insiden penembakan terjadi di SD Robb kota Uvalde, Texas Selatan, yang dilakukan oleh remaja berusia 18 tahun. Pelaku diketahui bernama Salvador Ramos, salah satu murid SMA Uvalde dan merupakan warga AS.

Di SD Robb, tembakan membabi buta Ramos menyebabkan setidaknya 21 orang, terdiri dari 19 anak-anak dan dua orang dewasa meninggal dunia. Ramos sendiri tewas di lokasi kejadian tak lama setelah melancarkan penembakan massal.

(pra)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Komika Kritik Pernyataan Megawati soal Papua dan Tukang Bakso