Cannes Film Festival Desak Iran Bebaskan 3 Sutradara yang Ditangkap

Jakarta, options-direct.co.uk

Pihak Cannes Film Festival ikut buka suara dan mendesak Iran segera membebaskan tiga kreator film mereka yang bernama Mostafa Al-Ahmad, Mohammad Rasoulof dan Jafar Panahi.

Ketiga sineas yang dikenal perfilman internasional itu ditangkap pada Jumat (8/7) dan Senin (11/7) usai terlibat dalam kampanye yang mendukung penurunan senjata oleh aparat keamanan Iran, #put_your_gun_down, dalam mengatasi kerusuhan.

“The Festival de Cannes mengutuk penangkapan ini beserta seluruh gelombang represi yang tengah berlangsung di Iran terhadap para senimannya,” tulis keterangan resmi pihak Festival Film Cannes pada Senin (12/7), seperti diberitakan oleh The Hollywood Reporter.

“Festival ini mendesak pembebasan segera untuk Mohammad Rasoulof, Mostafa Aleahmad dan Jafar Panahi,” tambahnya.

Penangkapan ketiga kreator film ini disinyalir buntut dari petisi yang ditandatangani oleh Rasoulof dan Al-Ahmad. Mereka menandatangani petisi bersama 70 kreator dan pekerja industri film di Iran dalam mengkampanyekan tagar #put_your_gun_down.

Petisi itu mengutuk tindakan keras pemerintah Iran atas kerusuhan yang sedang terjadi di provinsi Khuzestan, barat daya dari ibu kota Iran, Teheran.

Diberitakan Associated Press pada Sabtu (9/7), protes di Khuzestan ini dipicu tindakan pemerintah atas bencana yang terjadi di masa lalu; serta praktik konstruksi yang buruk, praktik korupsi, dan berbagai kelalaian lain dari pemerintah.

Panahi, yang ditangkap pada Senin (11/7), merupakan kreator, sutradara, penulis naskah, dan produser yang beragam karyanya telah diputar berulang kali di Cannes dan berbagai festival film lain di seluruh dunia.

Judul film Panahi yang paling dikenal meliputi Three Faces serta Crimson Gold. Panahi juga pernah memenangkan gelar Golden Bear 2015 di Berlin untuk film Taxi yang digarapnya.

Baca Juga :  BIGBANG Comeback Terlambat Still Life, Merindukan Kesuksesan Masa Lalu

Pada 2011, ia dan Rasoulof juga pernah ditangkap karena alasan merekam tanpa izin. Mereka kemudian dituntut dengan hukuman enam bulan penjara dan dilarang untuk terlibat dalam pembuatan film dalam waktu 20 tahun.

Saat itu, keduanya dituntut atas tuduhan membuat propaganda terhadap pemerintah yang sedang berkuasa di Iran. Masa hukuman untuk Rasoulof kemudian dikurangi menjadi satu tahun.

Rasoulof juga gagal menghadiri upacara pemberian hadiah di Cannes kala filmnya, Goodbye, memenangkan penghargaan di festival tersebut. Ia dilarang terbang ke Prancis untuk menerima penghargaan itu.

Atas hal tersebut, perwakilan Festival Film Cannes juga menambahkan pernyataan yang mengutuk keras praktik represi terhadap pekerja seni yang sampai saat ini masih terjadi.

“Festival de Cannes sekali lagi ingin menegaskan dukungannya kepada semua orang di seluruh dunia yang menjadi sasaran kekerasan dan penindasan,” tambah pernyataan Cannes.

“Festival ini akan tetap dan selalu menjadi tempat ternyaman untuk para seniman dari seluruh dunia dan akan terus mewadahi untuk menyampaikan suara mereka dengan lantang dan jelas, demi membela kebebasan berkreasi dan berpendapat,” tulis Cannes.

Sebelum ini, penyelenggara Festival Film Berlin juga merilis sebuah pernyataan yang menyatakan kekecewaan mereka atas pemenjaraan sutradara terkenal dari Iran. Mereka juga menegaskan komitmen untuk menjaga kebebasan berekspresi dan kebebasan seni.

(far/end)

[Gambas:Video CNN]