Bisa Kalau Pakai Uang Orang

Jakarta, options-direct.co.uk

Komik Bintang Emon menyindir anggaran untuk penggantian gorden rumah dinas anggota DPR yang mencapai Rp 48,7 miliar. Dalam video yang diunggah ke Instagram pribadinya, Bintang Emon mengaku tak kaget dengan hal tersebut.

“Ya terus kenapa? Nggak usah heran. Kayaknya baru pertama kali ada berita seperti ini dari DPR,” ujar Bintang Emon dalam video tersebut.

Kemudian, lawan bicara Bintang Emon dalam video tersebut mempertanyakan alasan anggaran tirai rumah dinas anggota DPR bisa mencapai Rp. 90 juta.

Bintang Emon menjawab, hal itu bisa terjadi jika pembelian dilakukan dengan menggunakan uang orang lain. “Ya bisa kalau pakai uang orang lain,” jawabnya.

“Makanya harus belajar bagaimana membelanjakan uang dari orang. Pilihannya antara menjadi anggota dewan atau afiliasi,” lanjutnya. Bintang Emon.

Komik berusia 25 tahun itu menutup video dengan mengajak lawan bicaranya mengganti gorden murahannya.

CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada Bintang Emon untuk mengutip postingannya.

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR telah menetapkan alokasi anggaran lebih dari Rp. 59 miliar untuk mengganti tirai rumah dinas anggota dewan dan mengaspal baru di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.

Dari anggaran tersebut, sebanyak Rp 48,7 miliar dialokasikan untuk mengganti gorden di rumah dinas anggota dewan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian, Rp11 miliar untuk aspal baru di kompleks parlemen.

Kemudian, Sekjen DPR Indra Iskandar mengaku gorden diganti karena sudah 13 tahun tidak diganti. Menurut dia, usulan anggaran sudah dilakukan sejak 2009 namun tidak disetujui.

“Tirai ini sudah diusulkan sejak 2009, 13 tahun lalu, 13 tahun lalu sampai sekarang tidak pernah ada, tidak pernah diganti,” kata Indra saat konferensi pers di Kompleks Gedung Nusantara, Senin (28/3).

Baca Juga :  Amber Heard Belum Penuhi Janji Donasi Uang Cerai dari Depp

“Kami menyertakan komponen vitrase untuk menggantikan gorden bagi member yang usianya di atas 13 tahun,” imbuhnya.

Indra juga menyebutkan, anggaran Rp48,7 miliar juga diperuntukkan bagi 505 rumah dinas yang ada. Nantinya, setiap rumah akan mendapatkan sekitar Rp. 80-90 juta per rumah.

“Hanya untuk 505 unit rumah per rumah rata-rata sekitar 80 juta yang sama dengan 90 juta pajak per rumah,” lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

(untuk)

[Gambas:Video CNN]