Billie Eilish Nilai Hak Aborsi Dibatalkan Jadi Hari Kelam Perempuan AS

Jakarta, options-direct.co.uk

Billie Eilish mengungkapkan kekecewaan dirinya atas keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan hak aborsi atau yang dikenal sebagai Roe v Wade.

“Hari ini adalah hari yang kelam bagi perempuan di Amerika Serikat,” kata Eilish di sela penampilannya di Glastonbury, Jumat (24/6) waktu Inggris.

Dalam penampilan di festival yang kembali digelar usai pandemi tersebut, Eilish menampilkan sejumlah lagu hitnya seperti Bury a Friend, Bad Guy, dan Happier Than Ever.

“Saya hanya akan mengatakannya bahwa karena saya tidak tahan memikirkannya lagi saat ini,” lanjutnya.

Mahkamah Agung Amerika Serikat, pada Jumat (24/6) waktu setempat, memutuskan untuk membatalkan hak aborsi atau yang dikenal sebagai Roe v Wade dalam konstitusi negara tersebut.

Dengan keputusan itu, pemerintah federal tidak lagi memiliki hak untuk melegalkan aborsi. Hak aborsi akan ditentukan oleh masing-masing negara bagian kecuali Kongres mengambil sikap.

Eilish kemudian membawakan lagu Your Power yang mengisahkan soal penyalahgunaan kekuasaan. Jelang akhir set, ia menyebut bahwa dirinya “sangat tidak pantas” menjadi penampil utama.

“Terima kasih mengizinkan saya melakukannya. Saya merasa amat terhormat berada di sini,” kata Billie Eilish, dikutip dari Reuters.

Billie Eilish menutup hari pertama Glastonbury yang juga menampilkan Wet Leg, Arlo Parks, dan Primal Scream.

Pada hari pertama Glastonbury pula, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky muncul memberikan komentar melalui video yang berisi ajakan kepada penonton menyuarakan kebenaran akan invasi Rusia.

“Glastonbury adalah konsentrasi kebebasan terbesar saat ini dan saya meminta kalian membagikan perasaan ini kepada semua orang yang kebebasannya diserang,” kata Zelensky.

(Reuters/end)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Emilia Clarke dan George RR Martin Beri Bocoran Sekuel Game of Thrones