Bergelut dengan Pandangan Sebelah Mata atas Cosplay

Jakarta, options-direct.co.uk

Cosplay kerap dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang tidak memahami budaya pop tersebut. Para cosplayer dilihat seperti orang aneh dan sekadar hobi yang cuma menghambur-hamburkan uang untuk membeli kostum.

Namun, Echow, sebagai pegiat cosplay dari Jakarta, tidak gentar akan pandangan tersebut.

“Saya sudah menjalani dari yang awalnya dilihat aneh, dibilangnya cuma Ksatria Baja Hitam atau Sailor Moon, padahal ada banyak [karakter lain]. Itu terjadi karena masyarakat belum teredukasi soal cosplay,” kata Echow saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

“Kalau ada anggapan cosplay sebagai badut itu karena yang pakai [kostum cosplay] itu ngelawak atau ngamen. Itu karena mereka memposisikan dirinya sebagai badut. Kalau saya enggak begitu,” sambungnya.




Echow berpose a la Sailor Venus. (Foto: options-direct.co.uk/Muhammad Hirzan Ibnurrusyd)

Echow tetap menjalani hobinya sembari membuka bisnis pembuatan kostum cosplay. Hal tersebut merupakan langkah yang ia tempuh untuk membuktikan bahwa anggapan orang-orang tersebut keliru.

Selain itu, Echow juga memperluas sayapnya di dunia cosplay dengan mengikuti berbagai kompetisi cosplay, baik di dalam maupun luar negeri. Echow pun kerap diundang untuk tampil di acara-acara cosplay. Ia berusaha semaksimal mungkin apabila dipanggil untuk mengisi acara atau ikut kompetisi.

Meskipun telah memberikan yang terbaik, terkadang hasil yang diinginkan tidak sesuai ekspektasi. Echow juga pernah mengalami gagal memenangkan kompetisi cosplay.

Echow mengatakan, sering kali orang hanya melihat hasil akhir dari cosplay miliknya. Mereka tidak melihat seluruh proses di balik usahanya. Namun, ia masih bisa melihat hikmah dari kegagalannya.

“Keuntungan terbesar di cosplay ini aku bisa keliling dunia gratis, diundang, dibiayakan, dapat teman dan pengalaman baru. Momen-momen itu yang enggak bisa tergantikan,” tegasnya.

Echow telah malang melintang di dunia cosplay sejak 2006. Sehingga, ia sudah dikenal sebagai veteran di dunia tersebut.

Ia tidak menampik bahwa ketika awal-awal menggeluti hobi cosplay, Echow dibayar setara dengan kemampuan dan pengalamannya. Sejak namanya semakin besar di komunitas cosplay, Echow sudah tidak lagi menerima bayaran yang tidak layak.

“Harus selektif juga [dalam mengambil pekerjaan]. Harus tanya bujetnya berapa, job desc-nya apa. Kalau memang tidak sesuai branding, ya enggak diambil,” ungkapnya.

[Gambas:Instagram]

Lanjut ke sebelah…


‘Sama Seperti Hobi Lainnya’

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Baca Juga :  Moon Knight Episode 4, Pemburuan Makam Dewi Ammit