Bella Hadid Anggap Wartawan Al Jazeera Martir untuk Palestina

Jakarta, options-direct.co.uk

Bella Hadid buka suara mengenai penembakan wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh oleh pasukan Israel di Tepi Barat, Rabu (11/5). Ia menilai Shireen Abu Akleh mati syahid untuk Palestina

Permasalahannya adalah mereka akan mencoba untuk membenarkan hal itu. Mereka akan mencoba untuk memvalidasi pembunuhan bodoh itu. Jurnalisme bukan kejahatan bahkan ketika mereka mengungkapkan kejahatanmu,” tulis Bella Hadid.

Beristirahat dengan tenang Shireen Abu Akleh, martir Palestina yang luar biasa, dan pemberani. Sebut namanya.”

Dalam sejumlah unggahan lain di Instagram Story, ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena serangan pasukan Israel kini menargetkan jurnalis Palestina. 

Jurnalisme bukan kejahatan,” tulis Bella Hadid di Instagram Story.

Bella Hadid juga mengunggah ulang postingan sejumlah tokoh dan netizen mengenai Shireen Abu Akleh. Dalam sebuah unggahan, sang model mengaku tidak bisa berkata-kata lagi mengenai penembakan jurnalis Palestina-AS tersebut.

Dalam unggahan yang lain, Bella Hadid juga mengunggah tangkapan layar pemberitaan yang menuliskan pernyataan militer bahwa “mereka (jurnalis) dipersenjatai dengan kamera.”

Bella Hadid kembali menyatakan jurnalisme bukan sebuah kejatahatan dan kamera bukan bentuk kekerasan.

Kebenaran tidak setara dengan kematian,” tulisnya.

Bella Hadid mengunggah itu semua tak lama setelah jurnalis Al Jazeera tewas tertembak tentara Israel saat sedang meliput bentrokan antara pasukan negara Zionis itu dengan warga Palestina pada Rabu (11/5).

Salah satu pejabat Palestina melaporkan bahwa jurnalis bernama Shireen Abu Akleh itu “dibunuh” pasukan Israel saat melaporkan serangan di Kota Jenin.

Sebagaimana dilansir Reuters, Kementerian Kesehatan Palestina kemudian mengonfirmasi kematian Abu Akleh. Mereka juga menyatakan bahwa seorang reporter lain, Ali Samodi, mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Shawn Mendes Curhat Takut Jadi Diri Sendiri

Dalam pemberitaannya, Al Jazeera menuliskan “Pasukan Israel menembak mati jurnalis Al Jazeera, Shiren Abu Akleh, di Tepi Barat, berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina.”

Al Jazeera kala itu melaporkan penyebab kematian Abu Akleh masih belum jelas. Namun, video dari kejadian tersebut memperlihatkan Abu Akleh terkena tembakan di kepala.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan kematian jurnalis Al Jazeera di tengah bentrokan di Tepi Barat pada Rabu (11/5) menjadi tanggung jawab warga Palestina bersenjata.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun, kemungkinan warga Palestina bersenjata, yang melepaskan tembakan acak saat itu, bertanggung jawab atas kematian jurnalis itu,” ujar Bennett dalam pernyataan yang dikutip AFP Rabu (11/5).

(chri)

[Gambas:Video CNN]