Absen 2 Tahun, Festival Glastonbury Akhirnya Kembali Digelar

Jakarta, options-direct.co.uk

Festival Glastonbury resmi digelar kembali setelah dua tahun absen akibat pandemi Covid-19. Festival yang digelar di Somerset, Inggris, ini telah dibuka sejak Rabu (22/6) dan akan berakhir pada Minggu (26/6) mendatang.

Sejak hari pertama, ratusan ribu pengunjung yang hadir dari seluruh dunia telah memadati wilayah Worthy Farm, Somerset, lengkap dengan perlengkapan kamping mereka.

Dilansir melalui laporan Somerset Live pada Senin (18/4) lalu, Festival Glastonbury 2022 diperkirakan akan dipadati sebanyak 210.000 pengunjung. Jumlah itu mengalami kenaikan setelah gelaran terakhir pada 2019 yang menorehkan angka pengunjung sebanyak 203.000.

Mereka akan menikmati suguhan penampilan dari berbagai genre musik yang terbagi dalam sebelas panggung. Jajaran penampil utama, seperti Billie Eilish, Paul McCartney, hingga Kendrick Lamar hadir untuk meramaikan festival tahunan tersebut.

Jumat (24/6) petang nanti, Billie Eilish akan hadir di Pyramid Stage untuk menjadi penampil utama di hari ketiga. Paul McCartney menyusul menjadi penampil utama pada Sabtu (25/6), dan Kendrick Lamar untuk menutup Festival Glastonbury 2022 pada Minggu (26/6).

Selain itu, terdapat pula grup musik serta seniman dari seluruh yang dijadwalkan tampil di Glastonbury. Di antaranya adalah Dry Cleaning, Mitski, Phoebe Bridgers, Pet Shop Boys, Olivia Rodrigo, Idles, HAIM, Black Midi, hingga Megan Thee Stallion.

Ratusan penampil lainnya yang bisa dicek melalui situs resmi Festival Glastonbury.

Festival Glastonbury merupakan festival lima harian yang menyajikan penampilan seni kontemporer mulai dari musik, tarian, komedi, teater, sirkus, kabaret, dan karya seni lainnya.

Sejak dimulai pada 19 September 1970, festival ini dikenal karena mewadahi ribuan grup musik alternatif dalam menyajikan karya seni terbaik mereka.

Baca Juga :  Johnny Depp Disebut Larang Amber Heard Beradegan Bugil

Ini selaras dengan semangat dan etos counterculture, pergerakan free-festival, serta budaya hippie yang menyeruak pada era 1960-an.

(far/pra)

[Gambas:Video CNN]